Total Tayangan Halaman

Selasa, 23 November 2010

"Kau hanya terlalu dangkal mengenal diriku..."

Aku menikmati hidupku.....mungkin caraku berbeda dengan kebanyakan orang, kau hanya terlalu dangkal mengenalku...aku ingin mencoba menjadi apa saja karena dengan begitu aku merasa bisa berempatyhi dan memahami kehidupan. pada kenyataanya baik dan buruk seseorang tidak pernah bisa dinilai dari sekedar prestise, jabatan atau status...tapi buatku adalah alasan mengapa ia memilih untuk menjalaninya..manusia tetap manusia.. sama saja dihadapan Tuhan, lalu kenapa kita membeda-bedakan?.....seniman, guru, pejabat, bangsat, perek, pembunuH, mahasiswa atau glandangan...., pernahkah kita tau mengapa mereka memilih menjadi satu diantara pilihan-pilihan itu, jangan pernah menghujat kalau tak pernah tau alasan mereka, setiap orang memiliki berjuta variable dalam satu kehidupanya..dan kita cuma butuh alasan yang tepat untuk menjalaninya.



Aku hanya selalu ingin menjadi diriku, pilihan-pilihanku selalu aneh dan berbeda karena aKU memang tak pernah suka segala hal yang sama atau sesuatu yang terlalu seragam..itu membuatku merasa mati gaya dan tidak kreatif."Aku adalah diriku..dan akan selalu menjadi diriku samapi mati!..jangan pernah memaksa berusaha merubahku, karena kau hanya akan membuatku pecah berkeping-keping da rusak..tapi bawalah aku pada realitas yang menarik, tunjukanlah aku sudut-sudut yang indah, gunakan hatimu selembut mungkin maka aku akan luluh dan menemukan bentuk yang kau ingini sendiri tanpa konfrontasi dan benturan...



Aku mencari cinta dan ketulusan...bukan kesempurnaan.."Tersderah! apapun dan siapapun kamu...ketika kau mampu membuatku jatuh cinta, kau adalah segalanya bagiku. Terserah! bagaimanapun orang lain memandangmu, ketika kamu mampu mencintaiku dengan spenuh hati dan segenap tulus kau adalah segalanya bagiku....", jadi jangan pernah berfikir tentang kekuranganmu, tapi bagai mana menjadi yang terbaiik untukku....Aku lelaki biasa bukan apa-apa, dan tidak akan menjadi siapa-siapa tanpa ridlo ALloh. tapi ketika aku mencintaimu..aku akan menjaedi apa saja, melakukan apa saja untuk membuatmu bahagia....



"Aku akan terus menantang dunia!!!!"...........



Purwokerto 23 November 2010
oleh Poky Cay pada 24 November 2010 jam 8:14

Kamis, 11 November 2010

CeloteH: "KitA.."

CeloteH: "KitA..": "ini tentang kita... hati yang terpaut beku dalam kisah yang pudar.. ..meronta menantang waktu, bergayut terlunta.. ...jejak-jejak yan..."

"KitA.."

ini tentang kita...

hati yang terpaut beku dalam kisah yang pudar..

..meronta menantang waktu,

bergayut terlunta..



...jejak-jejak yang terus bersimpangan angkuh dalam samar dan kian biru...

bergerakn dalam ritme tak bernada dan tak pernah berhenti..

tanpa harmonisasi....

Dan hati semakin gersang ditikami hening..



...langkah-langkah semakin jauH....

hilang tak terbaca...

aku dan kamu semakin asing...

Namun, cinta akan menemukan jalannya.....





PokycaY, purwokerto 3 Nov 2010

Rabu, 03 November 2010

CeloteH: "Segelas Teh tubruK"

CeloteH: "Segelas Teh tubruK": "oleh Poky Cay pada 23 September 2010 jam 20:40 Hujan masih saja turun memadati ruang-malam yang berangsur menyepi, mengisi sisa-sisa petang ..."

"Segelas Teh tubruK"

oleh Poky Cay pada 23 September 2010 jam 20:40
Hujan masih saja turun memadati ruang-malam yang berangsur menyepi, mengisi sisa-sisa petang dengan segala temaram yang menopangku hingga sampai dihalaman rumah itu....Perempuan itu duduk disebelahku, terpisah oleh sebuah meja kaca bundar yang tidak biasanya sepenuh itu...sebuah gunting besar, segulung benang warna putih, kain-kain paneL, asbak kecil yang masih kosong.. semuanya tergeletak seadanya disana tanpa formasi yang jelas....
Perempuan itu bangkit..melewatiku begitu saja, kemudian kembali membawa secangkir Teh tubruk, aku menghirupnya pelan..." Tangan yang cekatan", ucapku dalam hati tanpa memandangnya secuilpun...aku perhatikan tanganya yang cekatan itu sibuk entah menjahit apa....kemudian melemparkan pandangku pada langit yang masih hujan, aku dan dia masih tetap diam...diam dalam pikiran masing-masing tanpa ada keinginan untuk menerka apa yang ia pikirkan...ini adalah malamku, maka aku akan menikmatinya dengan caraku....
Secangkir teH tubruk yang ia hidangkan tinggal setengah....aku matikan puntung rokok ke tiga meletakanya begitu saja diatas asbak kecil tadi, Aku memandang perempuan itu, memandangnya dalam-dalam dengan perasaan yang aku sendiri tak tau...Perempuan itu menyadarinya, mencoba membalas pandanganku, tapi sia-sia..dia tak pernah bisa melakukannya, kemudian Perempuan itu kembali menunduk...kali ini aku tak perduli, bahkan ketika aku kembali mencoba menemukan pesonanya...aku tidak menemukan apa-apa..hanya kekosongan....
Aku masih membiarkan pandangan mataku menerawang kelangit...hanyut dalam pikiranku sendiri, hilang kontak dengan realitas....ketika berangsur-angsur aku menyadari keberadaanku, kudapati langit masih mendung meski hujan tinggal sisa-sisa..kudengar lagu geisya melantun lirih lewat Mp3 player di HPnya,berganti lagi, berganti lagi masih dengan lagu-lagu melow...terdengar akrab tapi sama sekali tak tau siapa sang Biduan....
Aku bakar lagi Rokok ke empat...menikmatinya sambil sesekali menghirup Teh tubruk buatannya, masih diam tanpa berkata-kata hanya menikmatinya sendiri dengan diam dan angkuh...Asapnya memburai kemana-mana mengisi kehampaan ruang-ruang antara aku dan dia, merambati hening waktu kemudian menguap kelangit malam...AKu habiskan sisa-sisa Teh tubruk buatanya hingga tersisa cuma ampasnya, berdiri tanpa isyarat apapun...berjabat tangan tanpa memandang lagi wajahnya, yang aku yakini masih tetap cantik....kemudian pergi tanpa merasakan makna apapun.....

Hanya satu hal...Mungkin suatu hari aku akan merindukan secangkir TeH tubruk buatannya, atau tidak sama sekali....


PkycaY, 25 desembeR 2009