Total Tayangan Halaman

Selasa, 02 Agustus 2011

"Tentang sembilan........ . . ."

Sembilan juli 2011...ketika pagi masih buta dan sirine paling memuakan seumur hidup untuk pertamakalinya menjelajah kedalam kesadaranku, mengusik telinga dan aku benar-benar ingin menendang pintu kamar!..ingin marah sejadi-jadinya mengutuki habis-habisan si pembuat gaduh dengan cara paling brutal, tapi aku memutuskan untuk diam....hanya diam saja, mengikuti ritme gerak manusia-manusia asing disekelilingku yang juga sama memuakkannya..dan pagi itu aku benar-benar merasa kehilangan kemerdekaan dan kebebasan berepreksi, mati gaya berdiri berbaris menggunakan baju putih berdasi dan celana hitam, merasa konyol diantara ratusan manusia-manusia yang juga begitu asing dan konyol.



Minggu pertama

Seperti yang sudah-sudah..dalam lingkungan baru yang aneh ini pun aku lebih suka mengawasi, mempertajam penglihatanku untuk mengenali psikologi mereka, gestur dan karakter manusia-demi manusia baru disekitarku, mengenal medan baru mulai melancarkan Agresi...orang-orang yang aneh, menurut saja, bergerak seperti air dan tidak memiliki bentuk, sementara aku mulai dilanda kebosanan hebat harus mengikuti alur tanpa expresi disebuah komunitas baru tanpa sukarela..disebuah kelas yang namanya angkatan sembilan.



Minggu kedua

Manusia-manusia aneh ini mulai menyenangkan..aku mulai tertarik dengan kebiasaan-kebiasaan mereka, ada yang suka ngupil, ada yang kaos kakinya bau...ada yang suka tidur disembarang tempat,beberapa suka keluar kelas tiba-tiba entah untuk sekedar kentut atau karena gejala depresi akut perubahan lingkungan mendadak,..Hmmmm benar-benar manusia aneh.

kebekuan dan sekat-sekat ego diantara angkatan sembilan mulai cair, waktu menjadi lebih pendek..Lari pagi, apel pagi..baris sebelum makan dan segala rutinitas diskusi dalam kelas angkatan sembilan mulai menarik...sebagian mulai berinteraksi aktif, beberapa lainnya tetap hidup dalam dunianya sendiri..tapi tanpa disadari semuanya telah menjadi keping-keping puzzel dari sebuah komunitas yang namanya angkatan sembilan. satu saja dari manusia-manusia aneh yang ada disana hilang...maka tidak lengkap dan kurang pas, karena kami mulai menyadari tentang arti kebersamaan dalam sebuah lingkungan baru yang namanya..angkatan sembilan!



Minggu ketiga

Semuanya masih belum berubah...udara Ciawi, hiruk pikuk pagi hari dan bunyi sirine masih seperti hari-hari kemarin. Yang berubah hanya bagaimana aku dan mereka mulai memaknainya, sirine pagi bukan lagi sebuah alasan untuk memuntahkan ledakan kebencian...namun telah berubah menjadi pemicu motifasi untuk hadir diantara mereka, menjadi satu keping puzzel diantara manusia-manusia aneh yang mulai aku sematkan dalam jiwaku sebagai seorang sahabat. Tiba-tiba aku mulai enggan melewati waktu demi waktu..mulai merasa hari begitu cepat, tiba-tiba aku mulai merasa menjadi bagian dari mereka, mulai enggan untuk kehilangan saat lari pagi bersama, mulai takut kehilangan moment senam pagi bersama..mulai selalu ingin berhitung 1,2,3..sampai 40 sebelum masuk ruang makan, mulai ingin terus menyanyikan yell-yell penuh semangat diantara suara-suara sumbang mereka..ingin semuanya tidak berhenti di minggu ketiga ini...



.........namun sampai hari ini pun aku tak pernah bisa melawan waktu, sampai kapanpun hidup adalah teka-teki yang tak pernah terjawab, aku putuskan untuk mengenang wajah demi wajah angkatan sembilan..menempatkan kalian didalam sisi dalam jiwaku sebagai manusia-manusia aneh...sahabatku. sementara ingatan hari terakhir ketika kita menyanyikan Yell-Yell untuk terakhir kalinya di halaman kelas lantai dua masih jelas dalam ingatanku, mungkin ingatanmu...atau bahkan ingatan kita semua penghuni kelas angkatan sembilan...saat kita berteriak "Ooo oo ooo!! oo oo ooo!!" saat kalian mulai menangis, saat aku menahan diri untuk tidak menangis..saat aku memeluk kalian, saat jabatan tanganmu adalah yang terakhir, saat semuanya meresap begitu saja menjadi sebuah cerita klasik tentang....."angkatan sembilan". aku akan merindukan kalian.....selalu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar