Tanggerang 181009
Suatu waktu ketika malam mulai kehilangan kemegahnya, hening merambati setiap ruang...Perempuan itu masih tetap khusyu diatas sajadah yang mulai kumal dimakan waktu, samar aku mencoba menangkap bisikan kata-katanya..samar, tidak satupun yang mampu kupahami, tanganya tengadah..diam tenang, seperti malam yang menyelimutinya...entah sudah berapa malam ia lewati dengan mesra, berbisik pada TuhanNYA, dan ketika adzan subuh mengumandang...perlahan ia beringsut, berdiri dengan tenang, kemudian kembali diam setelah takbirotul ikhrom pertama. ia nampak seperti malam itu sendiri, ketenanganya wajar.. seadanya..dan ia kelihatan begitu bersahaja dan anggun mengenakan mukena putih itu....
Pagi....ketika riuh anak-anak SD mulai memadati jalan depan rumahku, aku mendengar suaranya mamanggil perlahan, mengusik tidurku yang sudah terlalu panjang, mengajak seisi rumah menantang pagi..di meja belakang 5 cangkir teh tubruk telah tersaji dengan rapi diatas mampan plastik, asapnya mengepul menyebarkan aroma wangi mengapung di ruang-ruang jiwa,...aku menatap cangkir-cangkir itu seadanya...menghitung dihatiku...,1, 2, 3, 4, 5. Untuk Ayahku, aku dan adik-adikku.
Perempuan itu berdiri tidak jauh dari tempat cangkir Teh-teh paling nikmat itu tersaji, berdiri didepan penggorengan yang hitam kelam oleh jelaga-jelaga mati, menyiapkan sarapan pagi dengan bumbu sejuta ikhlas. Aku menatapnya lekat-lekat...Ada sejuta haru merambati tubuhku, Aku masih menatapnya lekat-lekat...Perempuan itu kelihatan semakin tua, garis-garis wajahnya makin kentara, rambutnya semakin putih, Aku kembali menyaksikan senyumannya tulus...sekedar senyum yang telah memberi banyak semangat dihidupku..entah sudah berapa pagi yang aku lewatkan begitu saja tanpa kesadaran ini.....kesadaran bahwa ia adalah perempuan paling cantik yang pernah aku kenal.
Pagi itu aku benar-benar ingin memeluknya..memeluk perempuan paling hebat, perempuan paling tabah, perempuan keras kepala yang tidak pernah menyerah untuk menantang rumitnya dunia untuk keluarganya...pekerja keras yang akan melakukan apa saja untuk anak-anaknya, pribadi paling tangguh yang telah mengusahakan apapun demi kesejahteraan anak anaknya, pendidikanya..mimpi-mimpinya..
Aku yakin perempuan sehebat itu tidak akan pernah melahirkan seorang pecundang...tidak pernah, bahkan sejak dirahimnya, perempuan seperti itu telah dianugrahi keyakinan suatu hari akan melahirkan Pribadi-pribadi Hebat...dan untukmu Ibu...aku akan selalu menjadi lelaki kecilmu yang kau impikan.
Terima kasih untuk semua indah dan tulusmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar